Selamat Datang di faikblogshare.com, semoga bermanfaat dan menjadi amal saleh bagi kita semua.Aminn.^_^

Kamis, 29 November 2012

ANTARA CINTA DAN INTROSPEKSI DIRI


  Sufyan berkata; " Cinta adalah mengikuti jejak Rasulullah saw. " Yang lain berkata: " Cinta adalah selalu zikir ( menyebut-nyebut yang dicintai ). Yang lain lagi berkata: " Mengutamakan zat yang dicintai. " Sebagian Ulama berkata: " Orang-orang yang cinta ( Allah ) tidak suka tetap didunia." Semua ini mengisyaratkan pada buah-buah cinta. Sementara mengenai hakekat cinta, mereka tidak menjelaskannya. Sebagian Ulama berkata: "Kecintaan merupakan makna dari yang dicintai, yang mengalahkan hati untuk bisa menemukannya dan lidah menjadi tidak memiliki kata-kata untuk dapat mengungkapkannya."

  Al-Junaid berkata: "Allah swt. mengharamkan kecintaan atas orang yang memiliki 'alaqah (hubungan hati dengan selain Allah)." Dia juga berkata: "Setiap kecintaan adalah karena imbalan, karenanya ketika imbalan itu hilang, maka hilang pula kecintaan." Dzun-Nun berkata: "Katakanlah kepada orang yang memperlihatkan kecintaan kepada Allah: " Takutlah Anda akan hina karena mencintai selain Allah." Dikatakan kepada Syubali: "Jelaskanlah pada kami mengenai orang arif (ma'rifat kepada Allah) dan orang yang cinta." Dia berkata: "Orang arif kalau berbicara, ia akan celaka, dan Orang yang cinta kalau diam, ia juga akan celaka." As-Syubali bersyair:

  " Wahai Tuhan Yang Maha Mulia, kecintaan kepada-Mu bersemi diantara isi perut (mendarah daging).
    Wahai Tuhan yang menghilangkan tidur dari pelupuk-pelupuk mata, terhadap apa yang terjadi pada diriku, Engkau adalah Maha Mengetahui."

  Penyair lain mengungkapkan dalam bait-bait syairnya:

  " Aku heran pada orang yang berkata, aku mengingat kecintaanku, apakah aku akan lupa lalu ingat terhadap apa yang aku lupa.
    Aku mati apabila aku mengingat-Mu kemudian aku hidup, dan seandainya tidak karena kebaikan prasangka tentu aku tidak akan hidup.
    Maka aku hidup dengan harapan cinta dan aku mati karena sangat rindu, berapa kali aku hidup atas nama Engkau dan berapa kali pula aku mati.
     Aku minum madu cinta segelas demi gelas, tetapi minuman itu tidak kunjung habis dan aku pun tidak pernah merasa puas.
     Hendaklah kiranya khayalannya terpancang pada mataku, lalu jika aku memendekkan pandanganku, aku akan menjadi buta."

  Pada suatu hari Rabi'ah Adawiyah berkata: "Siapakah yang akan menunjukkan kepada kami pada kekasih kami?" Seorang pelayan perempuannya berkata: "Kekasih kita selalu bersama kita? Tetapi hanya saja dunia telah memutuskan kita dari-Nya." Ibnu Jala' berkata: " Allah swt. memberikan wahyu kepada Nabi Isa as.: Sesungguhnya apabila Aku menjenguk hati seseorang hamba, lalu tidak Aku temukan didalamnya kecintaan terhadap dunia maupun akherat, tentu Aku memenuhinya dengan kecintaan-Ku dan Aku kuasai ia dengan pemeliharaan-Ku." Pernah dikatakan: "Pada suatu hari Samnun berbicara tentang kecintaannya. Ketika itulah seekor burung hinggap didepannya. Lalu tidak henti-hentinya burung itu mematuk-matuk bumi dengan paruhnya, sehingga mengalirlah darah darinya dan mati."

  Ibrahim bin Adham berkata: " Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengetahui sesungguhnya surga tidak mengimbangi sebuah sayap nyamuk dalam pandanganku, dibandingkan dengan kecintaan kepada-Mu yang Engkau berikan sebagai kemuliaan padaku, dan membuatku merasa tentram dengan zikir kepada-Mu serta membuatku selalu tafakkur dalam keagungan-Mu."

  As-Sari ra. berkata: " Barangsiapa yang cinta kepada Allah, maka dia akan hidup, dan barangsiapa yang condong kepada dunia, dia akan linglung seperti orang tolol berangkat pagi dan kembali sore dalam kesia-siaan, sementara orang yang berakal selalu meneliti akan kekurangan-kekurangan."

  Adapun mengenai introspeksi diri, menghisab dan meneliti diri sendiri ( muhasabatun nafsi ), Allah swt. telah memerintahkan hal itu dengan firman-Nya: " Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)

  Ayat ini mengisyaratkan untuk melakukan introspeksi, evaluasi dan meneliti amal-amal yang telah berlalu. Karena itulah Umar ra. berkata: "Hitunglah diri Anda sendiri sebelum dihisab dan timbanglah diri Anda sebelum Anda ditimbang."

  Dalam sebuah hadits disebutkan, sesungguhnya Nabi Muhammad saw. didatangi seorang laki-laki dan berkata:" Ya Rasulullah, berilah aku wasiat." Beliau bersabda: "Apakah Anda minta wasiat?" Laki-laki berkata:"Ya". Beliau bersabda:" Kalau Anda ingin melakukan sesuatu lihatlah akibatnya. Kalau benar teruskanlah, dan kalau sesat berhentilah."

  Dalam hadits lain disebutkan: "Bagi orang yang berakal, hendaklah setiap kali empat jam, menjadikan satu jam sebagai waktu untuk melakukan penelitian terhadap diri sendiri. Allah swt. berfirman: "Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS. An-Nur:31)

  Tobat adalah memandang pada perbuatan setelah selesai dari perbuatan itu lalu menyesalinya. Nabi Muhammad saw. bersabda: " Sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah swt. dan bertobat kepada-Nya dalam sehari seratus kali."

  Dan Allah swt. berfirman: " Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka seketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (QS. Al-A'raf: 201)

  Sesungguhnya Umar ra. pernah memukul kedua telapak kakinya dengan cambuk, ketika malam menyelimutinya dan berkata kepada dirinya sendiri, "Apa yang Anda kerjakan hari ini?"

  Maimun bin Mahran berkata: "Seorang hamba tidak akan termasuk orang-orang yang bertaqwa sehingga dia menghitung dirinya dengan lebih cermat daripada menghitung mitra dagangnya (sekutunya), karena dua orang yang bersekutu akan saling mengadakan perhitungan setelah pekerjaan masing-masing."

  Diriwayatkan dari Aisyah ra. berkata: " Sesungguhnya Abu Bakar ra. berkata padanya menjelang kematiannya: " Tidak ada seorang pun yang lebih aku cintai dari manusia ini daripada Umar." Kemudian dia berkata lagi kepada Aisyah ra.: " Bagaimana aku tadi telah berkata?" Lalu Aisyah menirukan kepadanya apa yang telah dia katakan. Lalu Abu Bakar berkata:" Tidak ada seorang pun yang lebih mulia disampingku daripada Umar." Perhatikanlah bagaimana dia berpikir setelah selesai dari sebuah kalimat, dia angan-angan dan lalu dia ganti dengan kalimat yang lain.

  Disebutkan dalam hadits mengenai Abi Thalhah, ketika ia dilengahkan seekor burung dalam sholatnya, dia lalu merenungkannya. Akhirnya dia menjadikan pagarnya sebagai sedekah untuk Allah swt. dia menyesalinya dan mengharap pengganti dari apa yang terlanjur ditinggalkan. Dan dalam cerita Ibnu Salam dikatakan, bahwa sesungguhnya dia telah memikul sebendel kayu bakar. Lalu dikatakan padanya: " Hai Abu Yusuf, dirumah Anda telah ada pelayan-pelayan, mengapa Anda melakukan hal ini sendiri." Dia berkata: " Aku ingin menguji nafsuku, apakah dia menentangnya?" Al-Hasan berkata: "Orang mukmin selalu menegakkan dirinya sendiri. Dia akan selalu menghitungnya karena Allah. Sesungguhnya akan diringankan hisab atas suatu kaum yang selalu menghisab (mengevaluasi) dirinya didunia, dan sesungguhnya akan diberatkan hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang hanya mengambil pekara ini dengan tanpa melakukan evaluasi dan perhitungan."

  Kemudian Hasan menerangkan mengenai arti perhitungan: " Sesungguhnya ketika seorang mukmin terkejut dan kagum akan sesuatu. lalu dia berucap: " Demi Allah, sesungguhnya Anda (sesuatu) sangat mengagumkan aku dan sesungguhnya Anda termasuk diantara kebutuhanku. tetapi jauh sekali, antara aku dan Anda terdapat penghalang." Yang demikian ini merupaka suatu bentuk perhitungan sebelum mengerjakan sesuatu. Kemudian dia berkata: " Dan meninggalkan sesuatu, lalu dia kembali pada dirinya dan berkata: "Apa yang Anda kehendaki dengan ini. Demi Allah, aku tidak memiliki alasan untuk melakukan hal ini. Demi Allah, aku tidak akan mengulangi untuk selamanya, Insya Allah."

  Anas bin Malik ra. berkata: Pada suatu hari Aku mendengar Umar bin Khatab ra. ketika aku dan dia keluar bersama-sama. Lalu dia masuk kedalam sebuah pagar dan aku mendengar dia berkata, sementara anatara aku dan dia terdapat tembok dan dia berada didalam pagar, Umar bin Khatab adalah Amirul Mukminin: "Aduh, aduh, demi Allah, sungguh hendaklah Anda bertaqwa kepada Allah atau (bila tidak) Dia akan menyiksa Anda."

  Hasan berkata mengenai firman Allah swt. : " Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)." (QS. Al-Qiyamah: 2), Dia berkata: " Seorang mukmin tidak akan menemukan sesuatu, kecuali ia mencela dirinya sendiri, dan berkata: " Apa yang Anda kehendaki dengan pembicaraanku, makananku, dan apa pula yang Anda kehendaki dengan minumanku?" Sedangkan orang yang menyeleweng selalu melangkahkan kakinya dengan tanpa pernah mencela dirinya."

  Malik bin Dinar berkata: " Semoga Allah memberi rahmat kepada seorang hamba yang berkata kepada dirinya: 'Bukankah Anda memiliki begini.' Kemudian dia mencela dan mengendalikan serta menundukannya kepada kitab Allah swt. maka hal itu akan menjadi pembimbingnya." Hal ini termasuk di antara mencela diri sendiri."

  Maimun bin Mahran berkata: "Orang yang bertaqwa lebih detail dalam meneliti dirinya daripada seorang sultan yang menganiaya dan dari mitra berserikat yang sangat kikir." Ibrahim At-Tamimi berkata: " Aku membayangkan diriku di surga. Aku makan buah-buahannya dan minum air sungai-sungainya serta memeluk gadis-gadisnya. Kemudian membayangkan diriku di neraka, aku makan pohon zaqum dan minum nanah, darah serta mengahadapi rantai dan belenggunya. Aku berkata pada diriku: ' Hai diri, manakah yang Anda inginkan? 'Aku berkata: 'Aku ingin kalau aku dikembalikan  ke dunia, lalu aku beramal saleh. ' Aku berkata: ' Kalau begitu Anda berada dalam angan-angan kosong, maka beramallah.'"

  Malik bin Dinar berkata, aku mendengar Al-Hajjaj berkhutbah: " Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada orang yang selalu meneliti diri sendiri, sebelum penelitian itu dilakukan orang lain; Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada orang yang memegang teguh kendali amal perbuatannya, lalu memperhatikan sesungguhnya apa yang dia kehendaki dengan amal itu; Mudah-mudahan Allah memberi rahmat pada orang yang memperhatikan takarannya; Dan mudah-mudahan Allah memberi rahmat pada orang yang memperhatikan timbangannya." Tidak henti-hentinya dia berkata begitu sehingga membuatku menangis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Datang kesini lagi yah di faikblogshare.com.Terimakasih.^_^
thanks for visits on this blog.^_^

Bloglog

Health Blogs
Health Directory Backlink Lists|Free Backlinks Adult Blog Directory Free Traffic at iWEBTOOL.com Link Exchange Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com Health Blogs - Blog Rankings Personal free counters Fight SPAM Antispam Mobile Edition
By Blogger Touch

Visitors