Selamat Datang di faikblogshare.com, semoga bermanfaat dan menjadi amal saleh bagi kita semua.Aminn.^_^

Sabtu, 28 Januari 2012

MENGINGAT KEMATIAN


Kematian adalah suatu hal yang pasti. Kedatangannya tidak diragukan lagi. Ia laksana pintu, setiap orang akan melewati pintu kematian. Bukankah Allah swt. telah menyatakan, setiap makhluk yang berjiwa (hidup) pasti akan mengalami kematian, sebagaimana dalam firman-Nya surah Ali Imron ayat 185 yang artinya: "tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati."

Kematian itu bila datang waktunya menemui kita, tak seorangpun dapat menghindarinya, walau kemanapun kita akan lari dan pergi. Juga tak dapat dimajukan atau dimundurkan walau sesaatpun. Kematian dalam berbagai bentuk dan caranya adalah kehendak Allah  swt. sebagaimana firman-Nya dalam surah An-Nisa' ayat 78 yang artinya:" Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada dibenteng yang tinggi kokoh".

Bagi orang mukmin, kematian merupakan jembatan penyeberangan menuju kehidupan yang lebih baik, yang kekal abadi, yaitu kehidupan di alam akhirat. Bukanlah berarti, dengan matinya seseorang, lalu dikuburkan didalam tanah, maka materi badannya menjadi tanah pula. Karenanya selesailah pula segala urusan, tidak ada apa-apa lagi setelah itu. Tetapi menurut ajaran islam, nanti manusia akan dihidupkan kembali dialam akhirat untuk diadakan perhitungan terhadap apa yang telah dilakukan selama hidup didunia. Jika manusia telah berbuat kebaikan, tentu akan dibalas dengan kenikmatan Surga. Dan jika ia telah melakukan kejahatan,  tentu akan dibalas dengan siksaan Neraka. Sebagaimana firman Allah swt dalam surah Az-Zalzalah ayat 7-8 yang artinya:" Siapa saja yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan siapa saja yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula".

Meskipun manusia telah mengetahui, kehidupan didunia ini akan berakhir dengan kematian, namun kebanyakan manusia itu lupa dan lalai. Ia lupa dan lalai karena sangat cintanya pada dunia(hubbud dunya), terpesona dan tertipu dengan keindahan dunia serta sangat mencintai dorongan syahwat dan kesenangan-kesenangannya.

Padahal Al-qur'an telah memperingatkan, kehidupan duniawi hanyalah merupakan suatu permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara sesama kita serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak. Sebagaimana firman Allah swt. dalam surah Al-Hadid ayat 20 yang artinya:" Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak".

Kesenangan hidup didunia ini hanyalah sebentar dan sementara, sebagaimana firman Allah swt. dalam surah Al-Mu'min ayat 39 yang artinya:" Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal".

Oleh sebab itu, janganlah hendaknya kita terpedaya dengan kesenangan dan kenikmatan dunia ini. Bila kematian (ajal) telah datang menemui kita, segala macam kesenangan tersebut akan ditinggalkan. Harta, pangkat kedudukan, anak, istri/suami, dan lain-lain ditinggalkan. Yang akan kita bawa sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan akhirat hanyalah amal dikala hidup didunia sekarang.

Maka Rasulullah saw. mengingatkan:" Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan segala macam kelezatan (kematian)" (HR.Turmudzi)

Anjuran islam tentang memperbanyak mengingat kematian, serta menganggap rendah persoalan kehidupan dunia, tidaklah berarti kita harus membenci dan meninggalkan keduniaan, islam tidaklah membuat pandangan sempit semacam ini. Tetapi anjuran tersebut adalah untuk memperdalam iman terhadap adanya kehidupan yang kedua kali yang abadi, yaitu manusia harus berusaha berbuat sesuatu yang dapat didunia, sesuai dengan pokok ajaran agama islam kepada yang hak, yang benar, yang baik dan kepada amal shaleh.

Dengan mengingat kematian, kita akan dapat mengisi makna dan tujuan hidup ini, yaitu untuk mengabdi kepada Alloh yang telah menciptakan makhluk-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam surah Adz-Dzariyyat ayat 56 yang artinya:" Dan Aku(Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku".

Bagaimana cara kita mengingat kematian itu?

Mengingat kematian itu bukan hanya semata-mata menyebut kata " MATI " setiap waktu dengan sebanyak-banyaknya. Tetapi mengingat kematian yang berguna dan bermanfaat dalam menumbuhkan kesadaran pada diri seseorang adalah seperti diterangkan Syeikh Abdullah Ba'alami Al-Haddad dalam bukunya "An-Nashaihud diniyyah":" Disamping mengucapkannya itu, wajib pula adanya pemikiran yang dimantapkan dalam kalbu (hati sanubari), juga dihadirkan (disandarkan) kalbu itu sewaktu mengingat pada kematian, sewaktu diucapkannya dengan lisan, senantiasa diingatnya sebagaimana keadaan disaat mengahadapi berbagai kesulitan ketika sudah hampir nafasnya yang penghabisan, juga bagaimana dikala sakaratul maut yang pasti akan dialami olehnya nanti. Bukan itu saja, tetapi juga mengingat-ingat apa yang ditemuinya diakhirat kelak. Selain itu, apa pula yang akan diperolehnya sebagai penghujung kehidupannya dalam alam fana ini, apakah diperoleh mati husnul khatimah(penghabisan yang baik) ataukah suul khatimah (penghabisan yang buruk)".

Ingat semacam inilah yang perlu ditanam dalam-dalam dilubuk hati kita setiap saat dimana saja kita berada. Hal inilah yang sangat bermanfaat dan sangat berkesan didalam diri kita, dalam rangka mengingatkan kepada kematian.

Untuk mendorong kepada pemikiran-pemikiran dan ingatan tersebut, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
  1. Sering berziarah kekuburan.
  2. Sering mengunjungi atau menyaksikan orang-orang yang sedang sakit kuat (Sakaratul maut).
  3. Sering mengunjungi orang-orang sakit.

Akhirnya marilah direnungkan syair berikut ini, yang mengingatkan kepada kematian, serta perlunya kita mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk menghadapi maut.

Bersiaplah engkau untuk sesuatu yang sudah pasti
Al-maut itu saat yang telah dijanjikan bagi manusia
Adakah engkau merasa tentram, hidup ditengah-tengah suatu kaum
Mereka semua telah mempunyai perbekalan menghadapi maut
dan sedangkan engkau tanpa perbekalan apa-apa?

Selanjutya perhatikan pula firman Allah swt., dalam Al-qur'an surah Al-Baqarah ayat 197 :

yang artinya:

"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku(Allah swt.) Hai orang-orang yang berakal".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Datang kesini lagi yah di faikblogshare.com.Terimakasih.^_^
thanks for visits on this blog.^_^

Bloglog

Health Blogs
Health Directory Backlink Lists|Free Backlinks Adult Blog Directory Free Traffic at iWEBTOOL.com Link Exchange Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com Health Blogs - Blog Rankings Personal free counters Fight SPAM Antispam Mobile Edition
By Blogger Touch

Visitors