Selamat Datang di faikblogshare.com, semoga bermanfaat dan menjadi amal saleh bagi kita semua.Aminn.^_^

Minggu, 29 Juli 2012

Cemas! Penyakit Tubuh Atau Gangguan Jiwa ?

Rasa cemas adalah bagian dari emosi normal manusia. Semua orang hampir bisa dipastikan pernah mengalami apa yang disebut rasa cemas, gelisah, kuatir, dan panik. Tapi rasa cemas ternyata bisa menjadi gangguan yang sangat parah dan berpengaruh terhadap kesehatan. Jika hal ini terjadi, muncul pertanyaan," Sebenarnya, rasa cemas itu penyakit atau gangguan jiwa ?? ". Jawaban atas pertanyaan tersebut sudah menjadi perbincangan para ahli sejak dasawarsa lalu. Dan disimpulkan bahwa kecemasan merupakan penyakit tubuh dan gangguan jiwa, sekaligus saling sangat memengaruhi.

  Dalam istilah psikologi, gangguan ini sering disebut Anxiety Disorders ( AD ).Anxiety Disorders ( AD ) adalah sebuah penyakit mental yang serius. Orang dengan gangguan ini biasanya memiliki rasa cemas yang besar dan berlebihan. Sering kali, kecemasan ini memengaruhi kesehatan dan aktivitasnya. Karena akhirnya berpengaruh pada kesehatan, gangguan jiwa ini digolongkan dalam psikosomatis, yaitu penyakit yang muncul karena tekanan mental.

  Banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan ini. Penyakit fisik seperti menopause, kencing manis, dan jantung koroner bisa menjadi salah satu pemicunya. Gangguan neurologik seperti vertigo, migrain, kejang serta gangguan saluran napas seperti asma, emboli paru;termasuk juga gangguan psikiatrik lainnya seperti demensia dan depresi juga bisa menjadi penyebabnya.


Apa sebenarnya yang dimaksud denganAnxiety Disorders ( AD ) itu ? Bagaimana gejalanya ? Dan bagaimana mengatasinya ? Yuk, telusuri bersama......


Beraneka Ragam

  Beberapa jenis Anxiety Disorders ( AD ) yang biasa kita jumpai adalah panic disorders. Orang-orang dengan gangguan kepanikan ini biasanya sering merasa diteror secara tiba-tiba dan terjadi berulang kali. Mereka sering kali mudah berkeringat, merasakan sakit di dada, palpitasi (detak jantung tidak teratur), dan perasaan tersedak, yang dapat membuat seseorang merasa seperti sedang mengalami serangan jantung.



- Obsessive-Compulsive Disorders (OCD). Orang-orang yang mengalami OCD ini biasanya memiliki gangguan pikiran yang konstan dan ketakutan-ketakutan tertentu akan sesuatu secara berlebihan sehingga mendorongnya untuk melakukan rutinitas yang lebay alias berlebihan. Misalnya, orang yang takut pada kuman secara berlebihan sering kali berpikiran bahwa ada banyak kuman di sekelilingnya sehingga setiap kali ia menyentuh sesuatu, ia harus mencuci tangan.
 
- Post-Traumatic Sterss Disorders (PTSD). Orang-orang yang mengalami PTSD ini biasanya pernah mengalami trauma atau peristiwa yang sangat mengerikan seperti pelecehan seksual atau fisik, kematian tak terduga orang yang di cintai, atau bencana alam. Orang dengan PTSD sering memiliki pikiran dan kenangan yang abadi dan cenderung takut terhadap kejadian tersebut. Biasanya mereka mati rasa secara emosional.
 
- Social anxiety disorders. Sering disebut juga sebagai fobia sosial, yakni kecemasan berlebihan seseorang terhadap lingkungan sosialnya. Orang-orang dengan gangguan ini biasanya takut dengan penilaian orang lain, takut diejek, takut tidak diterima oleh teman-temannya, dsb.
 
- Spesific phobias. Biasanya, orang-orang dengan gangguan ini memiliki ketakutan-ketakutan terhadap hal-hal tertentu. Seperti takut ketinggian, takut darah, takut ular, takut terbang, dsb. 
 
- Generalized anxiety disorders. Gangguan ini melibatkan rasa kuatir yang berlebihan, meski tidak ada hal-hal yang memprovokasi ketakutan tersebut. Orang-orang demikian sering kali mengalami halusinasi.

Detak Jantung Tak Teratur.

  Diketahui bahwa kecemasan dan ketakutan meningkatkan kadar hormon adrenalin dalam darah. Hormon tersebut menyebabkan detak jantung meningkat tidak teratur. Tidak hanya itu, Anxiety Disorders ( AD ) juga memiliki beberapa gejala umum sebagai berikut:


- Kecemasan yang berlebihan
- Tidak terkendali dan cenderung obsesif terhadap sesuatu
- Sering mengalami kilas balik dari pengalaman trauma
- Sering dihantui mimpi buruk
- Sering berkeringat dingin
- Sesak napas
- Palpitasi (detak jantung tidak teratur)
- Tidak bisa tenang atau diam
- Sering mengalami ketegangan otot
- Mual, pusing, dan sering kesemutan.


Ketidakseimbangan Kimia Tubuh.

  Penyakit kecemasan merupakan penyakit psikis yang paling sering terjadi. Penyebabnya bisa apa saja, seperti ketidakseimbangan kimia dalam tubuh, perubahan struktur otak, lingkungan, trauma, fobia, dsb. Kecemasan bisa terjadi karena suatu kelainan medis atau pemakaian obat. Obat-obatan yang dapat menyebabkan kecemasan adalah alkohol, stimulan (perangsang), kafein, kokain, dan obat-obat yang diresepkan lainnya. Kecemasan juga bisa terjadi bila pemakaian obat dihentikan.

  Penyakit juga dapat menjadi penyebab atau kelainan pada salah satu organ tubuh juga dapat menjadi penyebab Anxiety Disorders ( AD ). Penyakit yang bisa menyebabkan kecemasan adalah:


- Kelainan neurologis (cedera kepala, infeksi otak, penyakit telinga bagian dalam)
- Kelainan jantung dan pembuluh darah (gagal jantung, aritmia)
- Kelainan endokrin (kelenjar adrenal atau kelenjar tiroid yang hiperaktif)
- Kelainan pernafasan (asma dan penyakit paru obstruktif menahun).

  Diagnosa penyakit mental ini hanya bisa dilakukan oleh dokter ahli. Tidak setiap orang bisa langsung menilai bahwa orang dengan gejala-gejala yang telah disebutkan tadi berarti mengalami Anxiety Disorders ( AD ) ini. Dokter membutuhkan riset dan observasi terhadap perilaku pasien.



Pengatasan: Medis dan Terapi

  Gangguan kecemasan ini bisa diatasi dengan pengobatan, seperti pemberian anti depresan. Juga dengan psikoterapi, terapi perilaku, terapi relaksasi, atau bahkan diet. Biasanya, para ahli membantu pasiennya untuk berbicara dan menemukan cara-cara untuk menangani gangguan ini.

  Obat anti cemas disebut juga ansiolitik atau obat penenang diberikan untuk mengatasi gejala-gejala kecemasan. Obat anti cemas memiliki efek mengendurkan otot-otot, mengurangi ketengangan, membantu tidur dan mengurangi kecemasan. Masalahnya, obat-obatan tersebut hanya berfungsi untuk menbgurangi gejala kecemasan yang timbul, tidak membereskan sumber utama mengapa seseorang mengalami kecemasan yang akut. Untuk mengatasi kecemasan ini, seringkali pasien gangguan cemas memeriksakan diri ke banyak dokter dan melakukan pemeriksaan yang sangat lengkap. Hasilnya tidak ditemukan adanya masalah dalam fisik pasien. Kondisi ini tentu mengurangi kualitas hidup orang tersebut dan menghabiskan yang tidak perlu.


  Karenanya, dibutuhkan sinergi metode pengobatan dan psikoterapi. Psikoterapi bisa dilakukan dengan bantuan psikiater atau tokoh agama. Yang terpenting dalam terapi psikologis ini adalah kehendak dalam diri pasien untuk berpasrah diri pada Tuhan YME. Sikap pasrah itu menimbulkan rasa rileks yang dalam.


  Kehidupan semakin kompleks dengan permasalahan hingga ada pepatah " Hidup lebih sulit daripada kematian ". Permasalahan menimbulkan ketegangan baik secara psikis maupun fisik. Sekarang, tinggal bagaimana kita menghadapi permasalahan itu. Lengkapi diri Anda dengan do'a dan nutrisi fisik untuk menghadapinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Datang kesini lagi yah di faikblogshare.com.Terimakasih.^_^
thanks for visits on this blog.^_^

Bloglog

Health Blogs
Health Directory Backlink Lists|Free Backlinks Adult Blog Directory Free Traffic at iWEBTOOL.com Link Exchange Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com Health Blogs - Blog Rankings Personal free counters Fight SPAM Antispam Mobile Edition
By Blogger Touch

Visitors