Selamat Datang di faikblogshare.com, semoga bermanfaat dan menjadi amal saleh bagi kita semua.Aminn.^_^

Minggu, 12 Februari 2012

Migrain apa penyebabnya dan bagaimana SOLUSINYA?

Secara definisi klinis, migrain merupakan gangguan neurologik paroksismal dengan gejala berupa serangan nyeri kepala spontan atau dicetuskan secara episodik yang disertai gangguan fisik seperti mual, muntah, juga lebih sensitif terhadap suara dan cahaya serta bau-bauan.

Banyak faktor yang diduga sebagai pencetus timbulnya migrain, contohnya adalah kebiasaan mengkonsumsi minuman berakohol atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi.

Kita sering mendengar tentang kata migrain yang oleh sebagian besar orang diartikan sebagai nyeri kepala sebelah. Menurut data Health Journal, jumlah penderita wanita tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan pria dan paling banyak terjadi setelah seseorang mengalami masa pubertas.

Gejala khas nyeri kepala pada migrain berupa nyeri kepala sebelah, berdenyut, bertambah dengan aktifitas yang berlangsung sampai beberapa jam atau hari. Meski sering dirasakan disalah satu sisi kepala namun nyerinya bisa berpindah atau mengenai kedua sisi sekaligus.

Migrain lebih jarang ditemukan dibanding gangguan tipe headache (nyeri kepala tipe tegang) yang lain. Keadaan ini memungkinkan migrain kurang dikenal oleh kalangan medis. Disamping itu, lebih dari setengah penderitanya tidak mencari pertolongan medis saat serangan sehingga luput diagnogsa dan tidak segera tertangani secara benar.

Untuk lebih mudah memperjelas diagnosa migrain, kalangan kedokteran kerap memakai kriteria diagnosis migrain menurut IHS ( Internasional Headache Society ). Dalam diagnosis tersebut, seseorang disebut menderita migrain jika:

  1. Minimal terdapat 5x serangan yang memenuhi kriteria 2-4.
  2. Nyeri kepala menyerang selama 4-72 Jam (tanpa terapi atau kegagalan terapi)
  3. Nyeri kepala dengan diikuti minimal 2 dari gejala seperti nyeri kepala sebelah, berdenyut bertambah akibat aktifitas fisik secara rutin seperti jalan atau mendaki tangga.
  4. Selama nyeri kepala diikuti rasa mual yang kadang disertai muntah.
  5. Sensitif terhadap sinar atau suara.
PENYEBAB MIGRAIN

Meski belum diketahui pasti penyebabnya, migrain diperkirakan terjadi akibat adanya hiperaktivitas implus listrik otak yang meningkatkan aliran darah ke otak dan mengakibatkan terjadinya pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi (peradangan) yang menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala lain.


Kemungkinan migrain yang lain adalah gara-gara gangguan fungsi peredaran darah pada otak. Timbulnya gejala-gejala yang mendahului keluhan migrain kemungkinan disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah di otak. Sedangkan keluhan sakit kepala yang menyertai migrain terjadi akibat melebarnya pembuluh nadi kulit kepala. Dicurigai gangguan ini berkaitan dengan perubahan-perubahan yang sangat rumit dari system syaraf, pembuluh darah, dan reaksi biokimia dalam tubuh.

Banyak faktor pencetus yang diduga menyebabkan timbulnya migrain antara lain:
  • Terlalu banyak tidur atau kurang tidur.
  • Lapar atau Telat makan.
  • Stress atau ansietas ( Cemas ).
  • Hormonal seperti menstruasi.
  • Cahaya terang.
  • Trauma kepala.
  • Perubahan cuaca.
  • Makanan/Minuman seperti alkohol, kafein, keju, pengawet.
  • Kerja fisik berlebihan.
Faktor fisiologis dalam tubuh pun dapat menjadi pencetus migrain. Misalnya bila melakukan gerakan membungkukkan badan atau meregangkan badan , kelelahan, atau melakukan aktivitas fisik terlalu berat. Penyebab migrain lainnya adalah faktor emosi, misalnya stress, kegembiraan yang berlebihan, rasa tertekan, takut, kuatir, dan lain-lain. Bukan hanya itu, pil KB atau obat-obatan yang mengandung estrogen, gangguan keseimbangan hormonal saat menstruasi, merokok, cahaya matahari, hawa dingin, kurang tidur, atau kelewat banyak tidur juga menjadi penyebab migrain.

PENATALAKSANAAN MIGRAIN

Prinsip penanganan nyeri kepala adalah terapi abortif dan terapi preventif. Terapi abortif bertujuan meredakan nyeri kepala pada saat gangguan itu menyerang, sedangkan terapi preventif bertujuan mencegah agar frekuensi lama dan intensitas serangan nyeri yang berikutnya dapat berkurang atau mungkin bisa hilang.

Pemilihan obat terapi abortif bergantung pada intensitas dan frekuensi nyeri, gejala penyerta dan riwayat pengobatan sebelumnya. Sedangkan untuk terapi preventif bisa terapi farmaka (dengan obat) atau non farmaka (tanpa obat). Untuk melepaskan diri dari derita migrain, sekarang ini tersedia berbagai jenis obat. Hanya obat-obatan umumnya punya efek samping. Sakit kepala memang hilang, namun sebagai gantinya, tiba-tiba muncul rasa nyeri di ulu hati atau mual.

Terapi non farmaka akan membantu pencegahan migrain dimulai dengan edukasi tentang penyakit, menghindari faktor pencetus, olahraga, perubahan gaya hidup yang lebih baik. Cara mudah yang dianjurkan untuk mengatasi keluhan migrain adalah relaksasi. Cara ini bisa menimbulkan perasaan tenang dan menghadirkan oksigen lebih banyak ke paru-paru. Dengan demikian, tubuh jadi lebih nyaman. Dalam waktu tertentu upaya ini bisa menambah kebugaran sehingga organ dibagian kepala tak mudah mengalami gangguan.

Mengajarkan agar gaya hidup teratur dalam tidur, makan, olahraga, dan menghindari faktor pencetus akan sangat berguna.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Datang kesini lagi yah di faikblogshare.com.Terimakasih.^_^
thanks for visits on this blog.^_^

Bloglog

Health Blogs
Health Directory Backlink Lists|Free Backlinks Adult Blog Directory Free Traffic at iWEBTOOL.com Link Exchange Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com Health Blogs - Blog Rankings Personal free counters Fight SPAM Antispam Mobile Edition
By Blogger Touch

Visitors